Selamat datang di Sekolah Islam Al Mustarih Selama Pandemi Covid 19 Pembelajaran Menggunakan Learning Platform Al Mustarih

Tentang Al Mustarih

  • Home
  • Tentang Al Mustarih

Sambutan Ketua Yayasan Al Mustarih

Bismillahhirrahmanirrahim.

Assalamu’alaikum. Wr.Wb.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kitakepada Allah SWT yang telah memberikan banyak kenikmatan untuk kita semua.Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita semua Nabi BesarMuhammad SAW, kepada para keluarganya, para sahabatnya dan kepada parapengikutnya mudah-mudahan sampai kepada kita semua selaku umatnya yanginsha Allah selalu beristiqomah hingga akhir zaman. Aamiin…

Selamat datang di sekolah kami tercinta, sekolah yang bernuansa islami & berwawasanlingkungan. Dengan semakin pesatnya ilmu teknologi banyak dampak positifdan negatifnya untuk kita semua khususnya untuk anak anak.

Oleh karena itu kita sebagai guru harus lebih berhati hati terhadap anak yang salah menggunakan fasilitas internet,namun internet sendiri sangat memiliki banyak manfaat untuk kita semua selain sebagaifasilitas untuk mencari informasi internet pun bisa sebagai fasilitas penunjang untukkemajuan sekolah melalui website, karena yang kita ketahui selain persaingan melaluidunia nyata di abad ke 21 ini persaingan antar sekolah pun terjadi di  dalam dunia maya. Akan tetapi saya harap semua yang dilakukan di dunia maya adalah persaingan secara sehat. Karena menurut saya ilmu ketaqwaan (iptaq) dan ilmu teknologi (iptek) sangatpenting untuk kita.

Demikian sambutan singkat saya semoga bermanfaat untuk kita semua.  Aamiin…Wassalamualaikum. Wr.wb.


VISI:

  • Terwujudnya Peserta Didik Yang
  • Berakhlak Islami, Kreatif, Mandiri dan
  • Berdaya Cipta di Lingkungan

MISI

  • Meningkatkan Fasilitas dan Program Keagamaan
  • Meningkatkan variasi Program belajar dan kesiswaan
  • Meningkatkan Program kemandirian dalam belajar dan kesiswaan
  • Meningkatkan kualitas pendidikan dan tenaga kependidikan
  • Meningkatkan suasana sekolah yang mendukung daya cipta peserta didik
  • Meningkatkan budaya sekolah dan peran serta masyarakat

MOTTO

  • ukses
  • akin
  • khlas
  • ksi
  • utin

SEJARAH SEKOLAH AL MUSTARIH

LATAR BELAKANG 

Keresahan seorang tokoh masyarakat dari golongan pengusaha yang selalu membantu kegiatan Pemerintah sejak  Republik Indonesia diproklamasikan.  Sebagai  muslim yang fanatik  Bapak MOHAMAD MUSTARI mr erasa gagal dalam usahanya di mesjid agar masyarakat membetulkan bacaan surat – surat Qur’an dengan mahroj yang benar, karena umumnya penghuni mesjid ketika itu terdiri dari orang – orang tua yang phisiknya sudah lemah juga daya ingat dan kecerdasannya sudah menurun.  Maka akhirnya beliau mempunyai pendapat bahwa pendidikan agama seharusnya diberikan sedini mungkin sejak anak- anak.

MASA PERSIAPAN

Pada awal tahun 1964 Bapak MOHAMAD MUSTARI merencanakan akan mendirikan madrasah untuk anak – anak agar pendapat beliau dapat disalurkan melalui pendidikan intensif di madrasah. Beliau membangun sebuah bangunan sederhana di atas sebidang tanah yang luasnya 400 m2 yang tadinya ada bangunan garasi mobil yang terletak di Cibalagung Desa Pasirkuda.  Bangunan tersebut terdiri dari 2 ( dua ) ruangan  kelas dengan ukuran 6 x 6,5 dilengkapi dengan 30 buah bangku baru yang berbentuk bersatu dengan mejanya , 2 buah papan tulis  dan dua buah meja/kursi guru.

Gagasan/program Beliau disambut oleh tokoh – tokoh masyarakat lainnya yang juga senang membantu kegiatan Pemerintah, yang seringkali dalam kegiatannya ketika itu Pemerintah meminta uluran tangan pihak swasta/tokoh masyarakat, sehingga terjalin hubungan yang sangat erat. Tokoh – tokoh Pemerintahan bergabung dengan sebutan MUSPIDA ( Musyawarah Pimpinan Daerah , yang terdiri dari Camat, Danramil, Dansek) . Maka MUSPIDA pun terlibat dalam program ini.

PEMBENTUKAN KEPANITIAAN

Dalam suatu musyawarah menjelang peresmian , pendaftaran yang dikelola oleh Bapak ABDULAH BA ( guru PGA Negeri)  ternyata banyak anak – anak usia masuk SD kelas 1 ( 6 s/d 8 tahun ) dan mereka belum bersekolah.   Kebetulan SD Negeri yang hanya satu -satunya mengalami rusak berat sehingga murid – muridnya tersebar dimana – mana. Ada yang di Pancasan mengisi garasi seorang pengusaha Bapak T.  TJITRO; ada yang di Balai Desa sebelah Kantor Polisi , yang sudah jadi rumah orang sekarang; ada yang di Jabaru mengisi madrasah.  Ketika itu pendaftar yang berusia SD yaitu kelas 1 ada sekolah agama saja ( Diniyah ) berubah menjadi sejenis SD Plus  dengan ISLAM ).  Kurikulum aplikasi antara DEPAG dan DEPDIKBUD 70% Umum 30 %  agama. Maka disusunlah kepanitiaan seperti terlampir.

  • Pendaftaran murid dan penyediaan guru oleh Bapak Abdullah BA
  • Penanggung Jawab Pendidikan oleh Ny. Sadiyah SupardiRTA
  • Penanggung Jawab Kegiatan dan Perlindungan oleh MUSPIDA 
  • Penanggung Jawab Bangunan/Sarana  Bapak M. Mustari dan Bapak T. Tjitro

PERESMIAN PEMBUKAAN

Diresmikan pada tanggal 18 Agustus 1964 oleh Kepala Daerah Tingkat II Kabupaten Bogor Bapak Bupati  KARTADIKARYA

Disaksikan oleh MUSPIDA dan Tokoh Masyarakat. Camatnya Bapak R. ADININGRATDi

PERJALANAN/PELAKSANAAN AWAL KEGIATAN

Dengan berubahnya status dari madrasah menjadi SD ISLAM maka sejak awal sudah terlintas tentang anggaran kegiatan dan rencana pengembangan terutama penambahan daerah pendidikan berjalan normal/sesuai. Diputuskan bahwa panitia pengurus SD setiap bulan akan mengadakan pertemuan di rumah DInas Camat Ciomas pada malam hari.  Pada tahun pertama anak – anak tidak dipungut uang iuran. Honor/gaji guru dari sumbangan Bapak – Bapak  Donatur  setRDIiap pertemuan diadakan hasilnya pas- pasan . Kepala Sekolah yang dijabat oleh Ny. SADIYAH SUPARDI  adalah tenaga sukarelawan murni, tanpa diberi honor. Guru yang diberi honor hanya 1 orang yaitu SHOLEH SABANA  ( sekarang guru SMU Negeri II ).  Pada setiap pertemuan Kepala Sekolah merasa menjadi rendah diri karean tiap bulan harus meminta sumbangan kepada Bapak – bapak yang usianya sudah agak lanjut. Lalu bagaimana kalau Beliau tidak ada , apakah yang lainnya mau menggantikannya ? Maka tahun ke-2  Kepala Sekolah mengusulkan akan memungut iuran sebesar Rp 50 ,-/ anak  dan dari hasil ini  Bapk – Bapak Donatur terbebas dari kewajiban menyumbang tiap bulan.  Kepala Sekolah memohon bantuan – bantuan untuk tambahan bangunan, karena tidak mungkin meminta kepada orang tua murid yang penghasilannya minim sekali.

Pada tahun ke -3 mulai ada masalah tentang bangunan karena sudah ada kelas 3. membangun di tempat asal tidak mungkin karena dimana anak harus bermain waktu istirahat? Alhamdulillah Kepala SPMA yang dijabat oleh Bapak SUNARTO yang juga merupakan tokoh masyarakat yang selalu hadir dalam peringatan 17 Agustus memberikan jalan keluar dengan mengusulkan agar memohon keikhlasan Dansej untuk menyerahkan tanah yang dipergunakan untuk kolan oleh 4 orang anggota polisi bawahannya , karena untuk anggota polisi meminta ganti rugi .  Setelah di musyawarhkan terdapat kesepakatan setiap penggarap mendapat ganti rugi Rp 4000,- jumlah  Rp16 000,-.   Setelah selesai dengan polisi terjadilah komunikasi antara pihak pengelola SDI Almustarih dan SPMA. Maka dibuatlah surat perjanjian untuk 25 tahun, Tadinya kami ingin untuk 75 tahun tetapi Kepala SPMA membesarkan hati kami bahwa peminjaman itu bisa diperpanjang seperti tercantum dalam perjanjian. Mulailah kami membangun di tahun ke-4 .

Setelah kejadian peristiwa 30 September 1965 keadaan menjadi sangat berubah  banyak pejabat yang alih tugas/mutasi . Banyak pejabat yang terlibat secara diam – diam .Hidup penuh ketegangan. SDI AL MUSTARIH harus diselamatkan  maka semua tanggungjawab kembali kepada Bapak MOHAMAD MUSTARIH. Pejabat – pejabat baru yang tidak mengetahui asal usul SDI Al Mustarih  telah sibuk dengan kegiatan – kegiatan sendiri.

TERBENTUKNYA YAYASAN

Salah seorang menantu Bapak Mohamad Mustarih yaitu Drs SYAMSU YUSUF menganggap perlu perlindungan hukum untuk kelestarian SDI AL MUSTARIH ini , maka pada tahun 1968 terbentuklah Yayasan AL MUSTARIH yang menjadi tempat berlindung dalam bentuk Badan Hukum.

TERBENTUKNYA SMP ISLAM AL MUSTARIH

Melalui kegiatan PKK Ny Sadiyah Supardi aktif juga sampai ke perguruan tingkat Kabupaten . Peluang ini menjadikan akrab dengan ibu – ibu pejabat diantaranya Kepala DEPDIKBUD . Beliau selalu mengkritik kenapa tidak mendirikan SMP nya. Maka  pada tanggal 23 Juli 1979 diresmikan oleh Kepala Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bogor disaksikan oleh Camat dan Tokoh masyarakat SMP ISLAM AL MUSTARIH  dengan jumlah murid pertama 17 orang, karena pendaftrannya hanya dalam 1 bulan,

Bogor, 9 Februari 1998

Penyusun
Ny. Hj  SADIYAH SUPARDI